Sebelum Ajukan Pinjaman Dana Tunai Cepat, Pahamilah Hak dan Kewajiban Berikut Ini

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi dengan keberadaan perusahaan (financial technology) atau fintech yang jumlahnya terus berkembang hingga saat ini. Namun, kemajuan teknologi di bidang finansial seperti fintech bisa memberikan dua kemungkinan positif dan negatif, yakni bisa memberi keuntungan dan bahkan bisa memberikan kerugian. Mengapa kerugian bisa terjadi? Karena, proses ajuan pinjaman dana tunai cepat yang dilakukan, bisa saja merugikan ketika Anda meminjam di perusahaan fintech ilegal.

Penyedia jasa pinjaman dana tunai cepat yang ilegal, biasanya mempunyai sistem penagihan yang bisa dibilang kasar, yang dilakukan oleh penagih atau tim dept collector. Bahkan, perusahaan fintech ilegal bisa saja mencuri atau mengakses data nasabah, seperti bisa menemukan nomor kontak rekan dari nasabah. Lalu penagih akan melakukan panggilan atau SMS mengenai pinjaman nasabah, ke semua nomor yang ada di kontak nasabah. Betapa sangat mengerikan bukan?

Dengan banyaknya peminjam yang menjadi korban dari penyedia jasa pinjaman ilegal, sebagai calon nasabah, Anda harus memahami tentang hak serta kewajiban saat akan melakukan pinjaman dana tunai cepat di perusahaan fintech.

Perkembangan teknologi di bidang finansial yang sudah menjamur, sepertinya belum sebanding dengan pengetahuan masyarakat tentang pinjaman dana tunai cepat yang sedang tren saat ini. Hal itu bisa dilihat dari kurangnya pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajiban mereka sebagai peminjam. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang masih merasa dirugikan.

Baca Juga: Ingin Ajukan Pinjaman Dana Online Untuk Modal Usaha? Berikut 5 Referensi Jenis Usaha Kuliner Paling Hits

Maka dari itu, sebagai peminjam, disarankan untuk memahami tiga hal penting dari hak dan kewajiban ketika ingin mengajukan pinjaman dana tunai cepat. Apa saja?

1. Fintech wajib terdaftar OJK

Dibalik kewajiban para fintech untuk mendaftarkan diri ke OJK, karena ketentuan berbagai keuangan sudah diatur di sana. OJK juga telah membuat wadah berkumpulnya fintech yakni AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia). Di dalam forum tersbut, diharapkan menjadi wadah literasi keuangan terkait perusahaan fintech atau jasa keuangan berbasis online.

Tidak hanya itu, AFPI juga diharapkan dapat membantu mensosialisasikan tentang bahaya yang akan timbul ketika calon nasabah tidak memahami hak dan kewajiban mereka saat meminjam dana.

2. Hak nasabah saat meminjam dana

Sebelum mengajukan pinjaman dana cepat, nasabah harus mengetahui apa saja yang harus menjadi haknya. Seperti hak kenyamanan dalam meminjam dana, hingga hak untuk mendapatkan perlindungan hukum, apabila terkait sengketa pinjaman dengan perusahaan fintech.

3. Kewajiban nasabah saat meminjam dana

Saat menjadi nasabah atau konsumen pun, Anda juga harus melakukan berbagai kewajiban. Seperti, wajib membaca atau mengikuti petunjuk informasi serta prosedur yang diberikan pihak pinjaman ke peminjam. Tidak hanya itu, sebagai konsumen juga Anda harus memiliki kewajiban untuk berkelakuan baik seperti membayar cicilan atau pelunasan tepat waktu.

Nah, pemahaman ketiga hal wajib di atas merupakan hal wajib untuk pengguna atau nasabah. Dan yang paling penting adalah tidak memilih perusahaan fintech atau penyedia jasa keuangan yang ilegal, pilihlah perusahaan fintech yang aman dan terpercaya, sehingga Anda merasa aman dan nyaman ketika meminjam dana.

Seperti perusahaan fintech yang aman dan terpercaya Cekaja.com. Selain telah terdaftar dan diawasi OJK, Cekaja.com juga memberikan berbagai macam pilihan produk keuangan yang juga bekerja sama dengan perusahaan perbankan, asuransi dan finansial lainnya, untuk membantu masyarakat menemukan kebutuhan mereka.

Tidak hanya itu, di Cekaja.com Anda juga bisa mengajukan pinjaman dana tunai cepat langsung secara online dengan syarat yang mudah. Baca informasi selengkapnya tentang pinjaman dana tunai cepat Cekaja.com, di link berikut ini:

https://www.cekaja.com/kredit

Leave a Comment